Selayang Pandang

Oleh : H. N. Pradana

Aku bukan lagi yang dulu.
Kuat jika tubuh tertembus dingin subuh.
Tetap bisa berjalan di berbagai titian.
Yang tetap bernafas kala semua terampas.

Aku sudah berbeda.
Kala jiwa yang hampir tak lagi fana.
Kala sukma yang mulai tak tahan dengan raga.
Aku bisa apa?

Menanti di tepian nestapa.
Bersama desir angin yang membawa luka.
Larut dalam tangis yang begitu mengiris.
Dengan jiwa yang begitu hampa.

Semua itu tak akan menjadi nyata.
Selama kita tak seasing saya dan anda.
Selama langkah masih searah.
Selama jiwa yang masih terjaga.

Akan kutepati segala janji.
Menjagamu hingga nafas ini mati.
Bersamamu hingga semestaku tiada arti.
Hingga galian berdiri kayu jati.



Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer